RESUME KAJIAN HALAL BI HALAL KELUARGA BESAR GUGUS 02 BALONGPANGGANG DI SDN 121 BANDUNG SEKARAN
Saya awali dengan memohon agar para dewan guru dengan sabar berkenan untuk mendengarkan taushiah, sebab apa yang kita kerjakan seperti sekarang (majlis ilmu) ini dilihat dan dipantau oleh para malaikat, dicatat dan akan dilaporkan kepada Allah SWT. Jika kita sabar, maka insya Allah kita akan diberikan 'ghurfah' atau surga, bertemu dengan Allah di surga, diberikan tahiyyah (mahkota penghormatan) dan ucapan selamat. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Furqan ayat 75 sebagai berikut:
أُو۟لَـٰۤىِٕكَ یُجۡزَوۡنَ ٱلۡغُرۡفَةَ بِمَا صَبَرُوا۟ وَیُلَقَّوۡنَ فِیهَا تَحِیَّةࣰ وَسَلَـٰمًا
Saya bukan yang paling alim, tapi saya hanya sekedar membantu merangkai agar kita memiliki pemahaman yang sama.
Sebulan penuh kita semua diproses oleh Allah, dididik, dibina dan dibiasakan sedemikian rupa oleh Allah dengan satu target agar kita semua menjadi manusia mukmin yang Muttaqin (QS, Al-Baqarah:183).
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَیۡكُمُ ٱلصِّیَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Rasulullah suatu hari ditanya oleh salah seorang sahabat terkait dengan perihal taqwa, lalu Rasulullah mengangkat telunjuk jari sambil menunjuk ke dada beliau, dan berkata: "At-Taqwa Hahuna", taqwa itu adalah disini, didalam dada atau di hati. Artinya bahwa ketika Allah mentargetkan terbentuknya manusia Muttaqin, sesungguhnya yang hendak dibenahi dan dibersihkan oleh Allah SWT adalah hati atau jiwa kita. Allah SWT berharap jiwa kita menjadi 'Qalbun Salim', hati yang bersih.
Hanya mereka yang memiliki 'Qalbun Salim' yang kelak bisa diterima disisi Allah SWT. Dimana harta benda dan anak-anak tidak ada lagi yang bermanfaat kecuali mereka yang kembali kepada Allah dengan membawa hati yang bersih. Sebagaimana firman Allah surat Asy-Syu'ara' : 88-89.
یَوۡمَ لَا یَنفَعُ مَالࣱ وَلَا بَنُونَ . إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبࣲ سَلِیمࣲ
Qalbun Salim akan menghasilkan 'Ihsanul Amal' (amal yang excellent/terbaik). Orang kafir hatinya mati mustahil bisa memproduksi amal terbaik; Donald Trump bahkan meledek raja Saudi: "I don't think the Saud King want to kiss my ass", saya tidak mengira jika Raja Saudi mau mencium pantatku". Donald Trump berkataannya kotor dan perilakunya destruktif (merusak). Hati yang mati gagal memproduksi ihsanul amal.
Logikanya mesin yang bersih akan memaksimalkan produktivitas yang tinggi, dan Paralon yang bersih pula akan semakin maksimal mengalirkan air.
Adapun yang dimaksud dengan Ihsanul Amal (Kerja Hebat/baik) adalah sebagai berikut:
1. Kerja Ikhlas;
Setiap kita diperintah oleh Allah untuk memiliki niat yang ikhlas. Yaitu; bekerja dan beribadah semata-mata hanya mencari Ridha Allah. Dalam surat Al Bayyinah ayat 5 Allah menyampaikan: Wamaa umiruu Illaa Liya'budullaha Mukhlisiina Lahuddien".
Untuk menjaga keikhlasan Rasullullah berdo'a kepada Allah "Allahumma Innii as'aluka nafsan bika muthmainnah (mohon dijadikan hatinya menjadi hati yang tenang), tu'minu bi liqaika (yakin pertemuannya dengan Allah), watardha biqadhaika (puas dengan ketentuan takdir Allah), wataqna'u bi athaika (merasa cukup dengan pemberian Allah)
2. Kerja Cerdas;
Setiap kita dituntut oleh Allah untuk melakukan segala aktivitas dengan landasan ilmu. Sebab setiap pendengaran, penglihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Dalam Surat Al Isyra' ayat 36 Allah menyampaikan:
وَلَا تَقۡفُ مَا لَیۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡـُٔولࣰا
3. Kerja Keras;
Ilmu akan menjadi tak berarti tanpa kerja keras. Sebuah pepatah Arab mengatakan 'Al ilmu bilaa Amalin Kassajari bilaa Tsamarin', ilmu yang tidak diamalkan itu adalah bagaikan pohon yang tidak berbuah. Kerja keras adalah menunjukan kesempurnaan iman kita kepada Allah. Sebab perbedaan antara orang mikmin dan munafik adalah pada kinerja dan ibadahnya; orang mukmin kerjanya keras, sedangkan orang munafik kerjanya malas. Allah menyampaikan dalam surat An-Nisa' ayat 142.
إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِینَ یُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَـٰدِعُهُمۡ وَإِذَا قَامُوۤا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ یُرَاۤءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا یَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِیلࣰا
Nampak orang munafik menipu Allah; gak sadar kalau ditipu oleh Allah; malas sholat; suka dipuji orang lain (riya') dan minimalis dzikirnya.
Orang munafik itu jiwanya kotor, tidak sepenuhnya bersih. Karena itu sangat berpengaruh pada kinerjanya; seringkali mengalami keloyoan dan kemalsan, seringkali kehilangan spirit dan ethos kerja. Sebagaimana mesin sepeda motor jika mesinnya masih kotor maka sepeda motor tersebut akan seringkali ngadat dan mogok.
4. Kerja Mawas;
Kerja mawas adalah kerja evaluatif, penuh kehati-hatian dan kewaspadaan. Kerja Mawas adalah sebuah upaya menjaga amal untuk menjadi semakin lebih baik dan sukses. Dalam surat al-Imran ayat 200 kita diminta untuk bersabar; menguatkan kesabaran; bersiap-siaga dan berhati-hati (bertaqwa) agar kita sukses.
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱصۡبِرُوا۟ وَصَابِرُوا۟ وَرَابِطُوا۟ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
Sabar itu kata pepatah arab: "Ash-shabru Murrun Laa Tajara'uhu illaa Hurrun", sabar itu rasanya pahit, tidak ada seorang pun yang mau mereguk kesabaran kecuali orang menghendaki kemuliaan.
Karena itu kita memohon kepada Allah agar kita semua dikaruniai kesabaran, Allah mengajari kita dengan do'a dalam surat Al Baqarah ayat 250 sebagai berikut:
رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
Allah SWT juga menyuruh kita untuk memperhatikan terhadap apa yang sudah kita perbuat demi suksesnya hari esok (akhirat). Jika sudah baik ya kita tingkatkan kebaikan tersebut atau kita Istiqomahkan, jika buruk apa yang sudah kita kerjakan maka kita perbaiki agar tidak semakin jatuh dan terpuruk.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hasyr ayat 18 sebagai berikut:
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
5. Kerja Tuntas;
Kerja Tuntas adalah kerja beres/klop sesuai dengan apa yang diharapkan. Kerja tuntas adalah kerja yang diharapkan mampu mencapai kesempurnaan dan kesuksesan.
Allah SWT menyampaikan bahwa manusia mukmin harus memiliki 2 model kecerdasan, yaitu: Kecerdasan Vertikal dan kecerdasan Horizontal. Kecerdasan Vertikal adalah kemampuan seseorang membangun hubungan dekat dengan Sang Pencipta, Allah SWT, sedangkan kecerdasan Horizontal adalah kemampuan untuk membangun hubungan dekat dengan sesama manusia. Jika baik hubungan seseorang dengan Tuhannya dan sesama manusia maka tuntaslah kerjanya dan tercapailah kesuksesan. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hajj ayat 77 berikut:
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱرۡكَعُوا۟ وَٱسۡجُدُوا۟ وَٱعۡبُدُوا۟ رَبَّكُمۡ وَٱفۡعَلُوا۟ ٱلۡخَیۡرَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
Perintah ruku' dan sujud serta menyembah Allah adalah bagian dari kecerdasan Vertikal, sedangkan 'waf'alul khaira', berbuat baik kepada sesama manusia adalah bagian dari kecerdasan Horizontal.
Tuntasnya hubungan seorang mukmin dengan Tuhannya, maka harus disertai pula dengan tuntasnya hubungan baik dengan sesama manusia, terutama; dengan kedua orang tua; suami istri dan anak-anak; sahabat dan tetangga; para murid dan wali muridnya, dll.
Jangan sampai ada penyakit 'Ghil', iri dengki; kebencian dan dendam.
Allah pun mengajari kita dengan do'a agar terbebas dari penyakit 'Ghil' sebagai berikut:
رَبَّنَا اغۡفِرۡ لَـنَا وَلِاِخۡوَانِنَا الَّذِيۡنَ سَبَقُوۡنَا بِالۡاِيۡمَانِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِىۡ قُلُوۡبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا رَبَّنَاۤ اِنَّكَ رَءُوۡفٌ رَّحِيۡمٌ
Do'a tersebut diatas adalah bagian dari Surah Al-Hasyr ayat 10, yang bermakna permohonan agar Allah tidak menanamkan kedengkian atau kebencian dalam hati terhadap sesama orang beriman. Dan agar kita semua memperoleh Ampunan-Nya dan kasih sayang-Nya. Kerja tuntas akan mengantarkan seseorang menuju kesuksesan, bismillah insya Allah kita semua bisa biidznillah.
Demikian resume ini saya buat sebagai catatan atau pengingat bahwa kita pernah bertemu dan saling 'watawashaubil haqqi watawashaubish shabr', semoga dengan rahmat-Nya kelak kita semua dikumpulkan oleh Allah kedalam surga Firdaus-Nya. Aamiin Ya Rabbal'Alamiin
Posting Komentar untuk "RESUME KAJIAN HALAL BI HALAL KELUARGA BESAR GUGUS 02 BALONGPANGGANG DI SDN 121 BANDUNG SEKARAN"